Postingan

Sekedar iklan

Gambar
Tidak ada kata yang tak mungkin... Orang yang dianggap bodoh pun masih memiliki keberuntungan... Orang yang dianggap gila pun masih bisa hidup... Semua karena diri hidup secara alamiah Namun banyak diri yang sudah merasa pintar... Merasa sudah menguasai pengetahuan dan pemahaman... Namun ketika diri ditanya apa yang sudah kamu lakukan.... Maka diri pasti tidak bisa berkata karena diri hanya bekerja dan berpikir hanya untuk diri sendiri.. oooi sadarlah diri kita... Berubahlah haluan.... Lupakan ego dan lepaskan beban... Karena beban akan menjadikan diri menjadi orang yang rugi.. Ingatlah.... Banyak pertanggungjawaban yang harus kita lakukan... Banyak Tugas yang harus kita kerjakan... agar diri dapat menjadi orang yang beruntung Demi Waktu... Sungguh Manusia dalam kerugian... Kecuali orang yang selalu mengajak kepada kebaikan... dan selalu mengajak untuk meninggalkan kemungkaran KAS, 7/8/2021,Al Asyr Segala puji sukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa kita tujukan kepadaNYA atas rahmat dan r...

Diri Yang Terlena (belajar dari wabah covid)

Banyak orang pintar dan pandai... Yang semuanya memiliki ilmu dan strategi untuk bertahan hidup... Namun hidup seperti apa yang hendak dicari... Apakah sesuai dengan tugas diri sebagai manusia? Banyak orang pintar dan pandai... Yang kerjanya setiap hari selalu "baca"... Namun baca apa yang dilakukannya... Apakah sesuai dengan "baca" seperti tugas diri sebagai manusia... Banyak orang pintar dan pandai... Yang hidupnya selalu bergelut dengan kehidupan dan kebaikan untuk orang atau makhluk lain... Namun bukan "tugas" yang diri lakukan... Karena semuanya hanya untuk memuaskan diri dan ambisi popularitas  Ooooiii.... Mengapa ini bisa terjadi... Mengapa diri terlena... Dan dimana Salah diri ini.. Ketika "ajaran dan perintah" dilalaikan... dan "Buku Pedoman hidup" dimaknai sesuai keinginannya... Maka Pemilik alam pasti akan memberi teguran... Dan semua ini hanya untuk mengingatkan hakekat diri manusia Peringatan ini ibarat sebuah peperangan......

Mengenal Diri Sendiri

 Ketika  hidup tanpa mengenal diri... bagaikan orang yang berjalan tanpa peta dan tujuan... Menjalani hidup sekedar hidup..  Hanya sekedar pengikut arus kehidupan yang tak bermakna Bagaikan buih ditengah lautan.. Terombang-ambing ke sana kemari.... Menerjang kerasnya hidup dalam kehidupan... Tak pernah dan tak akan merasakan kepuasan atau kebahagian oooii.... Apakah ini hidupku... Hidup yang tidak pernah ketemu arus... Karena mungkin hidupku hanya sekedar hidup... Hai sang Pencipta... Mengapa banyak diri yang hidup seperti ini... Mengapa diri tak sadar dengan kondisi selama ini... Mengapa ini semua terjadi Bukan kegaduhan kehidupan seperti ini yang diri butuhkan... Bukan banyak teman yang seperti ini untuk  mengenal hakekat diri... Dan bukan jalan mudah untuk menemukan tugas diri.. Karena banyak hinaan-cercaan-kesempitan pasti akan mengiringi Mungkin peta diri ku sekarang berbeda... Mungkin sudah dianggap orang yang hina... Namun ku mencoba melepas topeng kehidupan.....

Diri Dalam Dimensi Kebodohan

 Kemajuan jaman laksana pedang yang bermata dua...  Akan menebas manusia yang berdaya dan tak berdaya...  Tertinggal dan tertipu oleh eloknya sandiwara dunia...  Dan akan menghempas dan membabat dengan tak pandang bulu Bagaikan hukum rimba kehidupan ini... Siapa yang kuat mereka akan menguasai... Siapa yang "berilmu" dia akan semakin berkibar... dan siapa yang lemah dan bodoh maka akan semakin menderita Terlihat ufuk barat semakin berkuasa... Mencengkeram apapun yang ada di timur... Menguasai diri kita dengan dalih apapun untuk alasan kepuasan diri mereka ... Yang semua alibi itu dapat diterima oleh logika dunia materi.. Bahkan banyak orang di timur yang berbondong bondong mengubah kiblat diri... Agar diri dapat dikatakan orang yang berkemajuan... Agar  dapat terbebas dari tindasan dari diri yang mengatakan tuhannya dunia... Dan agar diri dikatakan bukan golongan orang yang bodoh Slogan  kebodohan di dengungkan.... Isu teroris terhadap diri yang masih milik...

Diri mengenal Bukti kehidupan

Setiap diri manusia dianugerahi dua sisi kehidupan... Yaitu sisi kebaikan dan sisi keburukan.... Menjadikan dua hal yang berpasangan dan menyertainya... Namun keseimbangan bukanlah merupakan bobot aktivitas yang sama dilakukan..  Melainkan  keseimbangan kodrati itu ada dalam diri kita... Mengelola sebuah keseimbangan yang baik harus dilakukan...Yaitu dengan mengutamakan sisi kebaikan dan meminimalkan keburukan... Untuk menemukan diri yang sejati Melakukan sebuah kebaikan dengan ikhlas adalah sebuah harapan ... Karena dengan kebaikan akan menentramkan diri... Kebahagian orang lain bukanlah harapan... Dan ridho sang Pencipta adalah keinginannya.. Bukanlah sebuah kebaikan jika tanpa ada nilai ikhlas... Bahkan jika hanya sekedar ingin mengharapkan tepuk tangan dari orang lain.. Akan mencederai kebaikan yang kita lakukan... Bahkan menghilangkan makna dan hakekat diri sebagai manusia.. Oiii... Mengapa sekarang diri banyak lakukan itu... Kebaikan yang hanya sekedar menunggu sanjungan...

Diri Mengenal Produk Kesadaran

 Kesadaran adalah awal dan akhir sebuah perjalanan...  Dikatakan awal karena diri mengenal kembali hakekat hidup sebagai manusia... Dikatakan akhir karena diri masuk dalam akhir kondisi manusia yang sesungguhnya... Dan dua hal ini dipisahkan oleh citra yang tipis.. Hidup kita layak sebagai seorang musafir... yang tidak butuh bekal materi yang berlebih... Hanya bekal ilmu yang dicari... Untuk menemukan kesadaran diri dalam berkehidupan.. Bekal ilmu bukanlah hal yang mudah dicari... Karena setan pun juga punya ilmu dan memiliki strategi yang tidak pernah kalah.. Maka jadilah diri manusia yang mengenal hakekat ilmu... karena diri bukan hamba para setan Bekal ilmu bukanlah hal yang mudah di dapat... Karena jalan terjal dan panas menjadikan diri penuh dengan kekeringan... diri yang kuat adalah  mampu di perjalanan kehidupan... sebab diri yang berhenti bermusafir akan membuat rapuh sang Jiwa manusia. Hakekat diri akan tercapai jika kesadaran ditemukan dalam perjalanan.... Menja...

Diri dalam Jaminan Sang Pencipta

Banyak diri yang salah jalan... Berupaya sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan.. Karena merasa diri hidup tidak ada jaminan... Maka hidupnya hanya untuk kerja-kerja- dan kerja Memang ini tidak salah... Jika diri berpikir hidup hanya untuk dunia... Karena kerja adalah usaha fisik untuk rejeki dan digunakan untuk asupan jasmani... Maka hidup kita selalu dipenjara oleh rasa ketidakpastian Kerangkeng ketakutan masa depan selalu menghantui kehidupan... Diri selalu berkata percaya pada Sang Pencipta... Namun mengapa masih ada rasa takut tentang masa depan yang berhubungan dengan hal yang bersifat material... ibadatpun dilakukan namun tidak ada nilai religuitasnya oooiii ....  Sepertinya ini sebuah perilaku penipuan diri... Bertindak sok agamis dan mengatakan orang lain tidak agamis... karena merasa mereka bukan bagiannya Sebuah hal yang umum di kondisi sekarang... Banyak rasa ketakutan dan rasa tidak yakin mewabah menjadi penyakit diri... Karena terjebak kondisi agar diri terpenuhi... D...